Universitas Simalungun
 
 
 

Berita > Sains

SEMINAR KEBANGSAAN “PANCASILA – MENJAGA & MEREKATKAN NKRI”

Rabu, 08 November 2017 | 13:10:55 WIB


 Martin Hutabarat :  Agama Pegang Peran Penting dalam Kehidupan tapi Tidak Negara Agama

Universitas Simalungun bekerjasama dengan Badan Pengkajian MPR RI menyelenggarakan Seminar kebangsaan Pancasila, Menjaga dan Merekatkan NKRI. Senin (1/12) DI Aula Pascasarjan USI, diikuti oleh 150 orang mahasiswa dan dosen dari kalangan sivitas akademika USI.
Muldri P.J. Pasaribu, MH dalam laporannya sebagai ketua panitia pelaksana, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatar belakangi kondisi faktual yang sedang berlangsung  di tengah-tengah masyarakat Indonesia.
Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang tergolong heterogen ditinjau dari dari aspek suku, etnis, agama dan budaya. Keragaman tersebut merupakan unsur yang strategis dan menguntungkan untuk pembangunan bangsa. Namun di sisi lain, juga memberi potensi kerawanan yang besar dari sisi kehidupan yang sewaktu-waktu dapat memicu konflik. Persoalan konkrit sekarang, adalah bagaimana menciptakan perhatian akibat melemahnya implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat. Sehingga persoalan-persoalan kompleks tersebut harus dikelola dengan baik dengan alat perekatnya yaitu Pancasila, ujarnya.
Masih kata Muldri, bahwa tujuan dilaksanakannya seminar ini adalah untuk lebih meningkatkan dan menggugah kembali rasa nasionalisme, cinta tanah air, setia kepada Pancasila dan UUD 1945 serta Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Untuk itu katanya, panitia berupa untuk menghadirkan narasumber sekaligus keynote speaker bapak Martin Hutabarat, SH, selaku Pimpinan Badan Pengkajian Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang juga merupakan Anggota Badan Legislasi dan Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia, disamping itu, turut dihadirkan sebagai pembicara Pasu Malau SH., MH.
Diakhir laporannya, Muldri Pasaribu mengucapkan terimakasih kepada narasumber dan MPR RI yang telah meluangkan waktunya untuk melaksanakan seminar kebangsaan ini. Kiranya kegiatan seminar seperti ini akan menjadi suatu kerjasama yang berkesinambungan dan dapat terlaksana kembali pada masa yang akan datang., kiranya seminar ini dapat membawa manfaat bagi kita semua yang hadir disini, ujarnya.
Martin hutabarat dalam memaparannya mengatakan bahwa Indonesia merupakan Negara muslim terbesar dengan negara yang majemuk.
Dalam hal ini sebut Martin,  bahwa agama di Indonesia memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat, tetapi negeri ini tidak merupakan negara agama. Walaupun agama Islam memiliki pemeluk terbanyak di Indonesia tetapi para pendiri Bangsa ini memilih untuk tidak menjadi Negara Islam atau menjadikam Islam sebagai agama negara.
Dilanjutkan Wakil Ketua Badan Pengkajian MPR RI ini istilah Indonesia sebagai imajinasi baru menjadi pilihan para pendiri bangsa sebagaimana tergambar secara tegas dalam Sumpah Pemuda 1928.
Sebut Angota Komisi I DPR RI ini,  sejauh ini Pancasila telah berhasil menjawab persoalan pokok yang dihadapi oleh bangsa Indonesia yang memberikan identitas bersama dalam kemajemukan bangsa yang sangat kompleks dan memastikan bahwa pembangunan Indonesia bisa berjalan Karen adanya kerjasama dari semua elemen bangsa yang beragam.
" Pada akhirnya harus diakui bahwa tidak muda mengelola integrasi nasional Indonesia. Apalagi terdapat ancaman gerakan terorisme yang terus mengalami perkembangan" sebut Martin.
Itulah sebabnya,  lanjutnya. pancasila harus tetap menjadi pegangan bersama,  dan semua pihak harus tetap bersatu dalam balutan NKRI.
Sementara itu,  Pasu Malau SH. MH dalam materinya Implementasi Pancasila UUD 1945 dan Sistem Ketatanegaraan Indonesia menyampaikan bahwa Pancasila sebagai falsapa Bangsa Indonesia,  dalam hal ini menurut Dosen Fakultas Hukum USI ini bahwa bangsa Indonesia mempunyai pandangan hidup berbangsa dan dalam bernegara. 
Selain menjadi Falsapah,  sebut Pasu Malau, pancasila merupakan landasan Juridis.  Dalam hal ini menurutnya undang-undang tidak boleh bertentangan dengan lima dasar negara yang tertuang dalam pancasila sebagaimana tersebut diatas.
" Jika bertentangan dengan Falsapah Pancasila sebagai cermin atau berpandangan berkaca, maka dapat dibatalkan (Voidble)  atau batal demi hukum (void ab anitio).
Salah satu peserta seminar,  Restu Damayanti Hutahean mahasiswa Ekonomi, mempertanyakan guna 4 pilar kebangsaan perekat NKRI yabg dinyatakan berhubungan dengan nilai-nilai bangsa moral dan hukum sementara banyak keadilan sosial,  dan perilaku yang tidak baik.
Seminar kebangsaan Pancasila, Menjaga Dan Merekatkan NKRI dimoderatori oleh Raja Ingat Saragih.  Acara tersebut turut dihadiri oleh Rektor USI Prof. Dr. Marihot Manullang, Direktur Pascasarjana Robert Tua Siregar, Ph.D dan  Dra. Corry Purba, M.Si,  Pengurus Yayasan USI serta puluhan dosen serta ratusan mahasiswa Universitas Simalungun dari berbagai fakultas.
Acara ditutup dengan Foto bersama sekaligus penyerahan ulos kepada Martin Hutabarat.
 



Website Security Test